Apakah Anda pernah bertanya-tanya apakah Anda termasuk subjek pajak dalam negeri atau luar negeri? Atau, apakah Anda pernah bingung tentang jenis penghasilan yang dikenakan pajak di Indonesia?

Jika iya, maka artikel ini tepat untuk Anda. Dalam artikel House Of Tax ini, kita akan membahas perbedaan subjek pajak dalam negeri dan luar negeri berdasarkan penghasilan.

Subjek Pajak Dalam Negeri dan Luar Negeri

Definisi subjek pajak dalam negeri dan luar negeri

Subjek pajak adalah orang atau badan yang memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Subjek pajak di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu subjek pajak dalam negeri dan subjek pajak luar negeri.

Subjek pajak dalam negeri adalah orang atau badan yang bertempat tinggal atau berkedudukan di Indonesia, atau orang atau badan yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan di Indonesia.

Subjek pajak luar negeri adalah orang atau badan yang tidak bertempat tinggal atau berkedudukan di Indonesia, dan tidak menjalankan usaha atau melakukan kegiatan di Indonesia.

Kriteria subjek pajak dalam negeri dan luar negeri

Untuk mengetahui apakah Anda termasuk subjek pajak dalam negeri atau luar negeri, Anda perlu mengetahui kriteria subjek pajak yang berlaku. Kriteria subjek pajak dalam negeri dan luar negeri diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan.

Berikut adalah kriteria subjek pajak dalam negeri:

  • Warga negara Indonesia (WNI) yang bertempat tinggal atau berkedudukan di Indonesia.
  • Badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia.
  • Bentuk usaha tetap (BUT) yang berada di Indonesia.
Baca Juga :   Apa Fungsi Konsultan Pajak? Dapatkan Mengurangi Beban Pajak

Berikut adalah kriteria subjek pajak luar negeri:

  • WNI yang tidak bertempat tinggal atau berkedudukan di Indonesia.
  • Badan yang tidak didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia.
  • Bentuk usaha tetap (BUT) yang berada di luar Indonesia.

Perbedaan Subjek Pajak Dalam Negeri dan Luar Negeri Berdasarkan Penghasilan

reformasi perpajakan indonesia

Perbedaan subjek pajak dalam negeri dan luar negeri berdasarkan penghasilan memiliki implikasi yang penting bagi setiap orang, baik yang tinggal di Indonesia maupun luar negeri. Memahami perbedaan ini dapat membantu Anda untuk memenuhi kewajiban perpajakan Anda dengan benar.

Perbedaan jenis penghasilan yang dikenakan pajak:

Subjek pajak dalam negeri dan luar negeri dikenakan pajak atas penghasilan yang diterima atau diperolehnya. Namun, ada perbedaan jenis penghasilan yang dikenakan pajak bagi kedua jenis subjek pajak tersebut.

Subjek pajak dalam negeri dikenakan pajak

Subjek pajak dalam negeri dikenakan pajak atas semua jenis penghasilan, baik yang berasal dari Indonesia maupun luar negeri. Penghasilan tersebut meliputi:

  • Penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas
  • Penghasilan dari modal
  • Penghasilan dari pekerjaan
  • Penghasilan dari pensiun
  • Penghasilan dari hadiah dan penghargaan
  • Penghasilan dari transaksi barter
  • Penghasilan dari pembebasan hutang
  • Penghasilan dari hibah
  • Penghasilan dari penjualan harta
  • Penghasilan dari kegiatan usaha BUT

Subjek pajak luar negeri dikenakan pajak

Sementara itu, subjek pajak luar negeri dikenakan pajak hanya atas penghasilan yang berasal dari Indonesia. Penghasilan tersebut meliputi:

  • Penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas yang dilakukan di Indonesia
  • Penghasilan dari modal yang ditempatkan di Indonesia
  • Penghasilan dari pekerjaan yang dilakukan di Indonesia
  • Penghasilan dari pensiun yang bersumber dari Indonesia
  • Penghasilan dari hadiah dan penghargaan yang bersumber dari Indonesia
  • Penghasilan dari transaksi barter yang dilakukan di Indonesia
  • Penghasilan dari pembebasan hutang yang bersumber dari Indonesia
  • Penghasilan dari hibah yang bersumber dari Indonesia
  • Penghasilan dari penjualan harta yang bersumber dari Indonesia
  • Penghasilan dari kegiatan usaha BUT

Perbedaan tarif pajak yang berlaku

Selain perbedaan jenis penghasilan yang dikenakan pajak, ada juga perbedaan tarif pajak yang berlaku bagi subjek pajak dalam negeri dan luar negeri.

Baca Juga :   Kenapa Pajak Restoran Dibebankan ke Konsumen: Penjelasan Lengkap

Subjek pajak dalam negeri dikenakan pajak berdasarkan tarif progresif, yaitu tarif pajak yang semakin tinggi seiring dengan meningkatnya penghasilan. Tarif pajak progresif untuk subjek pajak dalam negeri adalah sebagai berikut:

  • Tarif 5% untuk penghasilan kena pajak sampai dengan Rp60.000.000
  • Tarif 15% untuk penghasilan kena pajak di atas Rp60.000.000 sampai dengan Rp250.000.000
  • Tarif 25% untuk penghasilan kena pajak di atas Rp250.000.000 sampai dengan Rp500.000.000
  • Tarif 30% untuk penghasilan kena pajak di atas Rp500.000.000

Sementara itu, subjek pajak luar negeri dikenakan pajak berdasarkan tarif tunggal, yaitu tarif pajak yang sama untuk semua penghasilan. Tarif pajak tunggal untuk subjek pajak luar negeri adalah:

  • Tarif 20% untuk penghasilan kena pajak

Sumber Informasi :

Informasi tentang tarif pajak penghasilan untuk subjek pajak dalam negeri dan luar negeri dapat diperoleh dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Perbedaan subjek pajak dalam negeri dan luar negeri berdasarkan penghasilan memiliki implikasi penting bagi setiap orang, baik yang tinggal di Indonesia maupun luar negeri. Dengan memahami perbedaan ini, Anda dapat:

Jika Anda masih ragu apakah Anda termasuk subjek pajak dalam negeri atau luar negeri, Anda dapat berkonsultasi dengan konsultan pajak Jakarta House Of Tax. Konsultasi pajak dapat membantu Anda memahami status perpajakan Anda dan memastikan bahwa Anda memenuhi kewajiban perpajakan Anda dengan benar.

House Of Tax
Tim Penulis House Of Tax

Selamat datang di House of Tax, sumber terpercaya untuk informasi seputar pajak dan pembukuan! Di balik setiap artikel informatif dan panduan praktis kami, terdapat penulis berpengalaman yang telah mendalami dunia pajak dan pembukuan selama lebih dari 10 tahun.