Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan pada setiap penjualan barang atau jasa yang dilakukan oleh pengusaha. PPN sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu PPN Keluaran dan PPN Masukan. PPN Keluaran adalah PPN yang dikenakan oleh pengusaha kepada pembeli, sedangkan PPN Masukan adalah PPN yang dikenakan oleh produsen atau distributor kepada pengusaha.

Namun, sebelum memahami lebih jauh mengenai PPN, perlu diketahui terlebih dahulu mengenai dasar pengenaan PPN. Pada artikel ini, akan dibahas mengenai dasar pengenaan PPN dan bagaimana cara menghitung besaran PPN yang harus dibayarkan.

Definisi Dasar Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Dasar pengenaan PPN adalah nilai barang atau jasa yang menjadi dasar perhitungan PPN. Dasar pengenaan PPN biasanya ditetapkan berdasarkan harga jual atau nilai transaksi, dan besarnya ditetapkan dalam persentase tertentu. Dasar pengenaan PPN ini nantinya akan menjadi dasar perhitungan besarnya PPN yang harus dibayarkan oleh pengusaha.

Penentuan Besaran Dasar Pengenaan PPN

Penentuan besaran dasar pengenaan PPN dilakukan berdasarkan pada ketentuan yang terdapat pada Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai. Ada beberapa faktor yang menjadi dasar penentuan besaran dasar pengenaan PPN, diantaranya:

1. Harga Jual

Harga jual adalah faktor utama dalam menentukan besaran dasar pengenaan PPN. Harga jual biasanya tertera pada nota penjualan atau faktur yang diterbitkan oleh pengusaha kepada pembeli. Besarnya PPN yang harus dibayarkan dihitung berdasarkan persentase tertentu dari harga jual barang atau jasa tersebut.

Baca Juga :   Pekerjaan Staff Konsultan: Membangun Karir dalam Dunia Konsultasi

2. Nilai Transaksi

Nilai transaksi juga dapat menjadi dasar pengenaan PPN jika terdapat kesepakatan antara pengusaha dan pembeli mengenai nilai transaksi yang harus dibayarkan. Nilai transaksi sendiri adalah nilai kesepakatan antara pengusaha dan pembeli mengenai harga barang atau jasa yang akan dibeli.

3. Harga Pasar

Harga pasar dapat menjadi dasar pengenaan PPN jika harga jual atau nilai transaksi tidak dapat ditentukan dengan jelas. Harga pasar sendiri adalah harga yang berlaku pada saat penjualan terjadi di pasar yang sejenis.

Baca Juga : Barang yang Tidak Dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Cara Menghitung Besaran PPN

hitung pajak pertambahan nilai

Setelah mengetahui dasar pengenaan PPN, selanjutnya adalah mengetahui bagaimana cara menghitung besaran PPN yang harus dibayarkan oleh pengusaha. Besaran PPN dihitung berdasarkan persentase tertentu dari dasar pengenaan PPN.

1. Hitung Dasar Pengenaan PPN

Pertama-tama, hitung terlebih dahulu besaran dasar pengenaan PPN. Misalnya, jika harga jual barang atau jasa sebesar Rp 10.000.000,-, maka dasar pengenaan PPN adalah Rp 10.000.

2. Tentukan Persentase PPN

Selanjutnya, tentukan persentase PPN yang berlaku. Persentase PPN di Indonesia saat ini adalah 10%. Jadi, untuk kasus di atas, besaran PPN yang harus dibayarkan adalah 10% x Rp 10.000.000,- = Rp 1.000.000,-.

Baca Juga : Batasan Pengusaha Kecil Pajak Pertambahan Nilai, Berapakah?

3. Hitung Total Harga Jual dan PPN

Terakhir, hitung total harga jual dan PPN yang harus dibayarkan. Total harga jual dan PPN adalah Rp 10.000.000,- (harga jual) + Rp 1.000.000,- (PPN) = Rp 11.000.000,-.

Baca Juga :   Cara Lapor Pajak Orang Pribadi Pekerjaan Bebas dengan Mudah

Kesimpulan

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan pada setiap penjualan barang atau jasa yang dilakukan oleh pengusaha. Dasar pengenaan pajak pertambahan nilai PPN adalah nilai barang atau jasa yang menjadi dasar perhitungan PPN. Penentuan besaran dasar pengenaan PPN dilakukan berdasarkan pada ketentuan yang terdapat pada Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai. Besaran PPN dihitung berdasarkan persentase tertentu dari dasar pengenaan PPN.

FAQs

Apa itu Pajak Pertambahan Nilai (PPN)?

PPN adalah pajak yang dikenakan pada setiap penjualan barang atau jasa yang dilakukan oleh pengusaha.

Apa itu Dasar Pengenaan PPN?

Dasar pengenaan PPN adalah nilai barang atau jasa yang menjadi dasar perhitungan PPN.

Apa saja faktor yang menjadi dasar penentuan besaran dasar pengenaan PPN?

Faktor-faktor yang menjadi dasar penentuan besaran dasar pengenaan PPN antara lain harga jual, nilai transaksi, dan harga pasar.

Bagaimana cara menghitung besaran PPN?

Besaran PPN dihitung berdasarkan persentase tertentu dari dasar pengenaan PPN.

House Of Tax
Tim Penulis House Of Tax

Selamat datang di House of Tax, sumber terpercaya untuk informasi seputar pajak dan pembukuan! Di balik setiap artikel informatif dan panduan praktis kami, terdapat penulis berpengalaman yang telah mendalami dunia pajak dan pembukuan selama lebih dari 10 tahun.